UAD dan UMK Perkuat Kolaborasi Melalui Benchmarking Pengelolaan Kerja Sama
Yogyakarta, 21 Oktober 2025 – Semangat sinergi antarlembaga pendidikan kembali terjalin di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UAD menerima kunjungan benchmarking dari Lembaga Informasi Protokoler dan Kerja Sama (LINFOKOM) Universitas Muria Kudus (UMK) pada Selasa (21/10). Kegiatan yang berlangsung di Global Lounge UAD ini menghadirkan suasana hangat, penuh diskusi produktif dan kolaborasi.
Rombongan UMK dipimpin oleh Evanita, S.Kom., M.Kom., Kepala Bagian Kerja Sama dalam Negeri UMK, bersama tiga staf LINFOKOM. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Dr. Zalik Nuryana, M.Pd., Ph.D., Kepala Bidang Kerja Sama Dalam Negeri KKUI UAD. Dalam sambutannya, Dr. Zalik menampilkan berbagai program strategis kerja sama nasional yang sedang berjalan maupun yang akan diperluas ke depannya.
Pada sesi diskusi, kedua pihak saling bertukar praktik terbaik dalam pengelolaan kemitraan perguruan tinggi. Topik yang diulas meliputi strategi memperkuat jejaring kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), hingga tata kelola dokumen kerja sama secara profesional dan terstandar—mencakup MoU, PKS, Implementation Agreement (IA), hingga Activity Report (AR). Penguatan publikasi kerja sama melalui berbagai platform media massa juga menjadi pembahasan penting, sejalan dengan kebutuhan meningkatkan kredibilitas dan visibilitas institusi. Tak hanya itu, muncul pula gagasan mengenai pengembangan program kolaboratif di luar Tri Dharma, yang dinilai dapat membuka ruang kerja sama baru dan berdampak lebih luas bagi masyarakat.
Pertukaran gagasan yang cair dan adaptif ini diharapkan menjadi pijakan lahirnya inovasi-inovasi kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik inisiatif UMK. Harapannya, diskusi ini menjadi pintu masuk bagi kerja sama baru yang lebih inovatif dan memberikan manfaat besar bagi kedua pihak,” ungkap Dr. Zalik.
Pihak UMK turut mengapresiasi keterbukaan UAD dalam berbagi pengalaman serta ruang kolaborasi yang ditawarkan.
Kunjungan benchmarking ini menjadi langkah awal bagi kedua institusi untuk saling belajar dalam mengembangkan pengelolaan kerja sama yang lebih efektif dan profesional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat diterapkan ke depannya.










